Kegiatan P5 Dengan Tema Kearifan Lokal: Siswa SDN Tallang Belajar Mengolah Ongol-Ongol dari Sagu

Kegiatan P5 Dengan Tema Kearifan Lokal: Siswa SDN Tallang Belajar Mengolah Ongol-Ongol dari Sagu

P5 "Mengolah Makanan Khas dari Sagu": Ongol-Ongol - Part 1

SDN Tallang, Kec. Suli Barat, Sabtu, 25 Januari 2025

Pada hari Sabtu, 25 Januari 2025, suasana yang penuh semangat dan keceriaan terasa di SDN Tallang, Kecamatan Suli Barat. Sekolah ini mengadakan kegiatan P5 dengan tema “Kearifan Lokal,” yang bertujuan untuk mengenalkan siswa kepada kekayaan kuliner daerah, khususnya yang berbahan dasar sagu. Kegiatan pertama dari rangkaian ini yaitu mengenalkan Salah satu makanan khas yang dipilih untuk dipelajari adalah Ongol-Ongol, makanan penutup tradisional yang sudah dikenal luas di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Sulawesi. Ongol-ongol terbuat dari sagu yang dicampur dengan gula merah, kelapa parut, dan beberapa bahan lain yang menghasilkan tekstur kenyal dan rasa manis yang lezat.></><>< class>Di bawah bimbingan guru-guru yang sangat antusias, para siswa diajarkan cara membuat Ongol-Ongol secara langsung. Dimulai dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan di sekitar mereka: sagu, air, gula merah, dan kelapa parut.></>< class>Para siswa yang terlibat dalam proses ini sangat antusias, meskipun beberapa dari mereka belum pernah mencicipi Ongol-Ongol sebelumnya. Pembuatan Ongol-Ongol menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, selain mengajarkan keterampilan memasak, juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga warisan budaya kuliner lokal.</><>< class>Meningkatkan Kesadaran Budaya Lokal

Melalui kegiatan ini, para siswa di SDN Tallang diharapkan dapat lebih mencintai dan bangga terhadap kekayaan kuliner daerah mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara sekolah, masyarakat, dan alam sekitar dalam melestarikan tradisi kuliner yang sudah ada sejak nenek moyang.

Dengan terus mengembangkan kegiatan-kegiatan semacam ini, bukan hanya makanan khas dari sagu yang bisa dikenalkan kepada anak-anak, tetapi juga berbagai keanekaragaman kuliner lain yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal Indonesia.